Penulis: AgriLabADMIN499

Optimalkan Kesehatan Saluran Cerna: Studi Agrilab Buktikan Efektivitas Suplementasi Gliseril Tributirat terhadap Villi Intestine Ayam Petelur

Kesehatan saluran pencernaan (gut health) merupakan kunci utama dalam mendukung performa dan produktivitas ayam petelur yang optimal. Penyerapan nutrisi pakan yang efisien sangat bergantung pada kondisi mukosa usus, khususnya integritas dan luas permukaan villi intestine. PT Agrinusa Jaya Santosa melalui Agrilab melakukan trial mengenai manfaat suplementasi Gliseril Tributirat sebagai nutrisi fungsional (feed additive) pada pakan ayam petelur

Gliseril Tributirat merupakan sumber asam butirat yang berfungsi untuk menjaga kesehatan usus ayam, memperbaiki penyerapan usus, meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga produksi telur. Kesehatan usus menjadi kunci utama dalam mendukung produktivitas ayam petelur. Suplementasi Gliseril Tributirat pada pakan ayam petelur diharapkan dapat mengoptimalkan kesehatan saluran usus dan meningkatkan produkstivitas telur.  Asam butirat pada Gliseril Tributirat bekerja melalui pelepasan perlahan secara merata pada saluran usus dan berperan sebagai sumber energi utama untuk sel-sel usus, meningkatkan kesehatan microbiota usus, menurunkan potensi peradangan dan menjaga integritas barrier usus.

Uji efektivitas dilakukan pada dua kelompok umur ayam petelur di salah satu peternakan di area Jawa Timur dengan suplementasi dosis 0,5 kg / ton pakan selama 4 minggu. Kelompok Umur 26 Minggu dilakukan pengambilan sampel pada umur 30 minggu. Kelompok Umur 42 Minggu dilakukan pengambilan sampel pada umur 46 minggu.

Hasil pengamatan mikroskopis dengan pembesaran 100x membuktikan adanya peningkatan panjang villi usus yang sangat signifikan () pada kelompok yang diberi suplementasi Gliseril Tributirat dibandingkan kelompok kontrol (tanpa suplementasi). Pada kelompok ayam umur 30 minggu rata-rata panjang villi kelompok ayam suplementasi Gliseril Tributirat adalah 875,66 µm sedangkan panjang villi usus kontrol 517,65 µm. Pada kelompok ayam umur 46 minggu rata-rata panjang villi kelompok ayam suplementasi glyseryl tributirat adalah 1.060,60 µm sedangkan panjang villi usus kontrol 542,11 µm.

Suplementasi gliseril tributirat terbukti secara histopathologist mengoptimalkan tinggi dan Panjang villi pada 2 kelompok umur yang berkorelasi positif langsung terhadap perluasan area absorpsi nutrisi pada mukosa intestinal. Dengan permukaan serap yang lebih luas, efisiensi pemanfaatan nutrisi pakan meningkat secara nyata, yang pada akhirnya menjaga persistensi produksi dan kualitas telur secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat berfokus mengenai suplementasi Gliseril Tributirat dapat mencakup pengujian efektivitas pada kondisi cekaman panas (heat stress) khas wilayah tropis Indonesia, analisis komprehensif terhadap mikrobioma usus dan status imunologis ayam terhadap penyakit gastrointestinal, serta komparasi dosis optimal Gliseril Tributirat pada sistem pemeliharaan kandang baterai (cage) dan sistem lantai (floor).

Tingkatkan Kompetensi Customer, AgriLab dan Japfa Comfeed Indonesia LaksanakanSeminar & Training “The Necropsy Skill Course”

Bersama Japfa Comfeed Indonesia, AgriLab kembali menyelenggarakan kegiatan “The Necropsy Skill Course” pada tanggal 21 April 2026, 13 Mei 2026, dan 21 Mei 2026 yang dihadiri sebanyak 30 peserta dari customer MPU Bogor, MPU Bekasi, dan MPU Pandeglang. Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kompetensi dan keterampilan teknis bagi para customer dan praktisi di industri peternakan.

Kegiatan yang telah berjalan secara rutin sejak tahun 2024 ini menunjukkan bentuk komitmen AgriLab dalam memberikan edukasi dan pelatihan yang aplikatif serta relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan terkait teknik nekropsi, identifikasi kasus di lapangan, dukungan pemeriksaan laboratorium diagnostik, serta peran diagnosa yang tepat dalam menjaga performa dan kesehatan ternak.

Di AgriLab, kami percaya bahwa peningkatan kompetensi dan pemahaman teknis di lapangan merupakan langkah penting dalam mendukung kemajuan industri peternakan. Oleh karena itu, proses kolaborasi, edukasi, dan transfer knowledge yang berkelanjutan memegang peran penting dalam membangun industri peternakan yang kuat, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Terima kasih kepada seluruh peserta dan tim yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Sampai jumpa di workshop AgriLab berikutnya!

Laksanakan Asesmen FAO-LMT & FAO-ATLASS, Agrilab Perkuat Komitmen Peningkatan Kualitas Laboratorium

Pada tanggal 24-25 September 2025, Agrilab telah sukses melaksanakan serangkaian asesmen FAO-LMT & FAO-ATLASS yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), Direktorat Kesehatan Hewan, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Asesmen FAO-LMT (FAO-Laboratory Mapping Tool) merupakan seperangkat penilaian yang bertujuan untuk menilai dan meningkatkan kapasitas laboratorium. Asesmen ini terbagi menjadi 2, meliputi FAO-LMT Core (LMT-C) dan FAO-LMT Safety (LMT-S). Asesmen LMT-C berfokus untuk memetakan kapasitas inti laboratorium yang meliputi kinerja, manajemen mutu, infrastruktur, sumber daya, hingga jaringan kolaborasi. Sementara itu, asesmen LMT-S menitikberatkan pada aspek biosafety dan biosecurity di laboratorium.

Selain asesmen FAO-LMT, dilakukan pula asesmen FAO-ATLASS (FAO-Assessment Tool for Laboratories and Antimicrobial resistance Surveillance Systems) yang merupakan seperangkat penilaian yang bertujuan untuk menilai dan menetapkan target guna meningkatkan sistem pemantauan Antimicrobial Reseistance (AMR) nasional pada sektor pangan dan pertanian. Adapun asesmen ini berfokus pada Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi yang di dalamnya terdapat layanan pengujian untuk sensitivitas antibiotik pada bakteri.

Diharapkan melalui proses asesmen ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan Agrilab sebagai laboratorium diagnostik veteriner. Asesmen ini juga menandai komitmen Agrilab untuk terus meningkatkan kapasitasnya di tingkat internasional, serta senantiasa berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan hewan dan peternakan di Indonesia

Referensi:
Food and Agriculture Organization. 2016. Strengthening Veterinary Diagnostic Capacities: The FAO Laboratory Mapping Tool. Roma: FCC-EMPRES Information Sheets FAO.
Food and Agriculture Organization. 2025. FAO Assessment Tool for Laboratories and AMR Surveillance Systems (FAO-ATLASS) [online]. Available at: https://www.fao.org/antimicrobial-resistance/resources/tools/fao-atlass/en/ (Acessed 26 September 2025)

Pengujian Air Sampling: Pemantauan Kualitas Udara untuk Kesehatan Ternak dan Lingkungan

Keberadaan mikroorganisme patogen di udara dapat memengaruhi kesehatan ternak yang dapat berakibat pada penurunan produktivitas ternak. Adanya kontaminan biologis di udara yang selanjutnya dikenal dengan bioaerosol seperti bakteri, fungi, virus, endotoksin, dan mikotoksin dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, baik pada hewan ternak maupun manusia yang terpapar[1]. Pengujian air sampling merupakan salah satu upaya untuk memonitoring kualitas udara, menilai potensi risiko kesehatan, dan mengelola kondisi lingkungan di area peternakan.

Laboratorium Bakteriologi & Mikologi Agrilab menawarkan layanan pengujian air sampling yang dapat mendeteksi keberadaan mikrobia patogen seperti bakteri dan fungi di area peternakan. Pengujian ini dilakukan dengan metode passive sampling, yaitu dengan meletakkan media mikrobiologi di lokasi peternakan. Pelanggan dapat meminta stok media yang diperlukan ke Agrilab berupa media Tryptone Soya Agar (TSA) dan Sabouraud Dextrrose Agar (SDA), kemudian meletakkan media di area peternakan, lalu mengembalikan media tersebut ke Agrilab untuk dilakukan uji laboratorium lanjutan.

Gambar di atas merupakan hasil pengujian air sampling di Laboratorium Bakteriologi & Mikologi Agrilab. Pengujian tersebut menunjukkan isolasi fungi pada medium SDA yang diletakkan pada area peternakan, dengan hasil positif Aspergillus flavus (A), Aspergillus niger (B), Aspergillus fumigatus (C), dan white mold (D).

Aspergillus merupakan genus fungi yang paling sering dijumpai sekaligus menjadi fungi patogen yang paling berbahaya di area peternakan unggas[2]. Pada unggas, infeksi fungi Aspergillus dapat mengakibatkan munculnya penyakit Aspergillosis yang menyerang sistem pernafasan. Aspergillosis dapat diakibatkan oleh infeksi spesies Aspergillus seperti Aspergillus fumigatus, A. niger, A. flavus, A. terreus dan A. glaucus. Gejala klinis yang ditimbulkan akibat Aspergillosis pada ayam meliputi dehidrasi, lesu, sesak nafas, nafas terengah-engah, batuk, dan keluarnya cairan dari nasal[3]. Selain Aspergillosis, beberapa spesies Aspergillus juga memproduksi spora yang mampu menghasilkan mikotoksin yang beracun bagi unggas. Misalnya okratoksin dan aflatoksin yang dihasilkan oleh spesies Aspergillus ochraecus dan Aspergillus flavus dapat menyerang sistem imunitas unggas[3].

Upaya pengendalian infeksi patogen pada area peternakan dapat dilakukan melalui manajemen peternakan yang baik seperti upaya sanitasi, ventilasi yang cukup, dan desinfeksi[3]. Oleh karena itu, pengujian air sampling dapat memberikan manfaat berupa deteksi dini keberadaan patogen pada area peternakan sehingga mengurangi risiko penyebaran penyakit pada ternak. Selain itu, pengujian air sampling juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas sistem biosekuriti dan risiko kesehatan kerja di area peternakan.

Referensi:
[1]
Gladding, T. L., Rolph, C. A., Gwyther, C. L., Kinnersley, R., Walsh, K., & Tyrrel, S. 2020. Concentration and composition of bioaerosol emissions from intensive farms: pig and poultry livestock. Journal of Environmental Management, 272: 1-7.
[2] Yang, W., Guo, M., Liu, G., Yu, G., Wang, P., Wang, H., & Chai, T. 2018. Detection and analysis of fine particulate matter and microbial aerosol in chicken houses in Shandong Province, China. Poultry Science, 97(3): 995-1005.
[3] Shaapan, R. M., & Girh, Z. M. 2024. Overview of aspergillosis in poultry-a review. Egyptian Journal of Veterinary Sciences, 55(2): 407-419.

Tingkatkan Kualitas Layanan, Agrilab Laksanakan Penambahan Ruang Lingkup ISO17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pengujian, Agrilab melaksanakan serangkaian proses akreditasi Penambahan Ruang Lingkup ISO 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Proses akreditasi dilaksanakan di Laboratorium Agrilab Sentul pada tanggal 22-23 Mei 2025 yang mencakup 3 proses asesmen, meliputi kelayakan, kecukupan, dan penilaian akhir. Penambahan Ruang Lingkup Akreditasi ditujukan untuk pengujian ELISA Bakteri Mycoplasma gallisepticum & Mycoplasma synoviae pada Laboratorium Serologi, Isolasi dan Identifikasi Bakteri Salmonella sp. pada Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi, serta Deteksi Bakteri Salmonella sp. dengan Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada Laboratorium PCR.

Proses akreditasi ini menandai komitmen Agrilab dalam memastikan mutu dan kompetensi layanan pengujian laboratorium sesuai dengan standar internasional. Melalui akeditasi ini, Agrilab berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik melalui hasil pengujian yang kredibel, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai industri.

Hasil dari proses asesmen ini akan menjadi dasar keputusan KAN dalam penerbitan sertifikat akreditasi. Agrilab optimis bahwa seluruh persyaratan telah terpenuhi dan siap untuk memperluas jangkauan pengujian yang terakreditasi secara internasional

AGRILAB berhasil melaksanakan ISO 17025:2017 oleh Badan Akreditasi Nasional

Agrilab berhasil melaksanakan kegiatan Akreditasi ISO 17025:2017 melalui lembaga KAN yang akan berlaku selama 5 tahun. Proses akreditasi meliputi 3 proses audit meliputi kelayakan, kecukupan, dan penilaian akhir yang diselesaikan pada 29 – 30 Mei 2023.

Agrilab bersama dengan tim personel laboratorium Serologi berhasil melewati berbagai penilaian pengujian, antara lain HA, HI, dan ELISA.

Dengan dilakukannya penialian akreditasi tersebut, kami seluruh tim Agrilab berharap dapat menjadi acuan untuk meminimalisir resiko dan komitmen bagi seluruh pegawai laboratorium untuk dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan pelanggan guna menjaga kualitas dan kredibilitas perusahaan untuk selalu memberikan yang terbaik.

Halo AGRILAB.. whatsapp