Keberadaan mikroorganisme patogen di udara dapat memengaruhi kesehatan ternak yang dapat berakibat pada penurunan produktivitas ternak. Adanya kontaminan biologis di udara yang selanjutnya dikenal dengan bioaerosol seperti bakteri, fungi, virus, endotoksin, dan mikotoksin dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, baik pada hewan ternak maupun manusia yang terpapar[1]. Pengujian air sampling merupakan salah satu upaya untuk memonitoring kualitas udara, menilai potensi risiko kesehatan, dan mengelola kondisi lingkungan di area peternakan.
Laboratorium Bakteriologi & Mikologi Agrilab menawarkan layanan pengujian air sampling yang dapat mendeteksi keberadaan mikrobia patogen seperti bakteri dan fungi di area peternakan. Pengujian ini dilakukan dengan metode passive sampling, yaitu dengan meletakkan media mikrobiologi di lokasi peternakan. Pelanggan dapat meminta stok media yang diperlukan ke Agrilab berupa media Tryptone Soya Agar (TSA) dan Sabouraud Dextrrose Agar (SDA), kemudian meletakkan media di area peternakan, lalu mengembalikan media tersebut ke Agrilab untuk dilakukan uji laboratorium lanjutan.



Gambar di atas merupakan hasil pengujian air sampling di Laboratorium Bakteriologi & Mikologi Agrilab. Pengujian tersebut menunjukkan isolasi fungi pada medium SDA yang diletakkan pada area peternakan, dengan hasil positif Aspergillus flavus (A), Aspergillus niger (B), Aspergillus fumigatus (C), dan white mold (D).
Aspergillus merupakan genus fungi yang paling sering dijumpai sekaligus menjadi fungi patogen yang paling berbahaya di area peternakan unggas[2]. Pada unggas, infeksi fungi Aspergillus dapat mengakibatkan munculnya penyakit Aspergillosis yang menyerang sistem pernafasan. Aspergillosis dapat diakibatkan oleh infeksi spesies Aspergillus seperti Aspergillus fumigatus, A. niger, A. flavus, A. terreus dan A. glaucus. Gejala klinis yang ditimbulkan akibat Aspergillosis pada ayam meliputi dehidrasi, lesu, sesak nafas, nafas terengah-engah, batuk, dan keluarnya cairan dari nasal[3]. Selain Aspergillosis, beberapa spesies Aspergillus juga memproduksi spora yang mampu menghasilkan mikotoksin yang beracun bagi unggas. Misalnya okratoksin dan aflatoksin yang dihasilkan oleh spesies Aspergillus ochraecus dan Aspergillus flavus dapat menyerang sistem imunitas unggas[3].
Upaya pengendalian infeksi patogen pada area peternakan dapat dilakukan melalui manajemen peternakan yang baik seperti upaya sanitasi, ventilasi yang cukup, dan desinfeksi[3]. Oleh karena itu, pengujian air sampling dapat memberikan manfaat berupa deteksi dini keberadaan patogen pada area peternakan sehingga mengurangi risiko penyebaran penyakit pada ternak. Selain itu, pengujian air sampling juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas sistem biosekuriti dan risiko kesehatan kerja di area peternakan.
Referensi:
[1] Gladding, T. L., Rolph, C. A., Gwyther, C. L., Kinnersley, R., Walsh, K., & Tyrrel, S. 2020. Concentration and composition of bioaerosol emissions from intensive farms: pig and poultry livestock. Journal of Environmental Management, 272: 1-7.
[2] Yang, W., Guo, M., Liu, G., Yu, G., Wang, P., Wang, H., & Chai, T. 2018. Detection and analysis of fine particulate matter and microbial aerosol in chicken houses in Shandong Province, China. Poultry Science, 97(3): 995-1005.
[3] Shaapan, R. M., & Girh, Z. M. 2024. Overview of aspergillosis in poultry-a review. Egyptian Journal of Veterinary Sciences, 55(2): 407-419.